Pendidikan Agama Islam Multidisipliner Telaah Teori dan Praktik Pengembangan PAI di Sekolah dan Perguruan Tiggi

Pendidikan Agama Islam (PAI) selama ini belum menggunakan pendekatan yang tepat. Akibatnya, menurut penilaian Mochtar Buchori maupun Soedjatmoko, kegiatan PAI yang berlangsung selama ini cenderung bersikap menyendiri, kurang berinteraksi dengan kegiatan-kegiatan pendidikan lainnya. PAI harus berinteraksi dan bersinkronisasi dengan pendidikan lainnya, jika menginginkan pembelajaran PAI yang relevan dan responsif terhadap perkembangan zaman. Menurut penilaian saya, sebenarnya PAI dengan mata pelajaran atau mata kuliah lainnya bisa dipadukan melalui pendekatan pembelajaran terpadu. Setidaknya, pelajaran maupun perkuliahan PAI itu dapat didialogkan dengan pelajaraan maupun perkuliahan disiplin ilmu lainnya baik sejarah, sosiologi, ekonomi, geografi, kesenian, biologi, fisika, kimia, matematika, astronomi, kedokteran, farmasi dan sebagainya. Untuk mengatasi problem tersebut perlu ditemukan solusinya. Salah satu solusi ini adalah PAI Multidisipliner. Kementerian Agama telah berupaya merintis solusi itu dengan mengarahkan dan menetapkan pembukaan program studi PAI baru yang mencerahkan dan mendukung integrasi Islam dengan ilmu pengetahuan khususnya pada tingkat pascasarjana S-3, seperti PAI Multidisipliner. Solusi yang diprakarsai oleh Kemenag ini paling tidak berupaya menjawab salah satu problem PAI dari sudut pendekatan, yang mana PAI disinyalir oleh para kritikus sebagai kegiatan pembelajaran/perkuliahan yang cenderung mengisolasi tersebut. Buku ini mengulas secara lebih sistematis, baik secara teori Ilmu Pendidikan Islam maupun praktiknya, dengan menghadirkan problem-problem mendasar dalam pendidikan Islam. Juga mengenai isu-isu kontemporer terkait tantangan dan peluang pendidikan Islam. Penulis menawarkan konsep pengembangan pendidikan agama Islam berbasis Multidisipliner di sekolah/madrasah dan perguruan tinggi (Islam). Buku ini juga menyertakan contoh-contoh tematik terkait PAI Multidisipliner dengan poin kajian disiplin keilmuan yang menantang, yakni logika saintifik, ekonomi, tasawuf, dan tradisi atau budaya.

KATA PENGANTAR Prof.