Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Kewirausahaan

Buku ini diharapkan menjadi bahan referensi dan dapat memberikan gambaran bahwa Kewirausahaan adalah kewirausahaan bisa didefinisikan sebagai kemampuan untuk menjadi kreatif dan inovatif (menciptakan yang baru dan berbeda), digunakan sebagai singkatnya keterampilan, fondasi, sumber daya, proses, dan upaya untuk menciptakan produk dan layanan bernilai tambah untuk berani menghadapi risiko. Buku ini membahas: Bab 1 Kewirausahaan dan Tantangan Bangsa Bab 2 Kewirausahaan: Konsep yang Berevolusi Bab 3 Falsafah dan Spirit Kewirausahaan Bab 4 Motivasi Wirausaha Bab 5 Kreativitas Dalam Kewirausahaan Bab 6 Inovasi Dalam Kewirausahaan Bab 7 Perspektif Kewirausahaan Pada Individu Bab 8 Kecerdasan Wirausaha Bab 9 Intrapreneurship Bab 10 Woman and Home Entrepreneurship Bab 11 Menemukan Dan Mengembangkan Ide Usaha Bab 12 Technopreneur dan Inspirasi Bab 13 Pendidikan Kewirausahaan Bab 14 Peran Teknologi Informasi dalam Kewirausahaan

Buku ini diharapkan menjadi bahan referensi dan dapat memberikan gambaran bahwa Kewirausahaan adalah kewirausahaan bisa didefinisikan sebagai kemampuan untuk menjadi kreatif dan inovatif (menciptakan yang baru dan berbeda), digunakan ...

MANAJEMEN HUMAS PADA LEMBAGA PENDIDIKAN

Lembaga pendidikan memiliki peran yang sangat strategis sebagai bagian dari upaya mencapai tujuan pendidikan nasional, selanjutnya yang menjadi salah kunci sukses sebuah lembaga pendidikan berhasil menjalankan tugas dan perannya adalah terdapatnya kemampuan lembaga pendidikan dalam membina hubungan baik antara lembaga pendidikan dengan lingkungan atau masyarakatnya. Oleh karena itu, lembaga pendidikan yang tidak dapat memanfaatkan dan melibatkan bidang hubungan masyarakat dalam pengelolaan lembaga pendidikannya, akan tertinggal karena tidak mampu menyerap dan menyebarkan informasi yang strategis baik bagi institusi atapun bagi masyarakat lingkungannya (Public). Aktifitas Hubungan masyarakat pada lembaga pendidikan secara substasi dapat dimakani sebagai sarana komunikasi dua arah atau dikenal dengan istilah two way traffic communication antara lembaga pendidikan dengan masyarakatnya, sekaligus sebagai bentuk upaya yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dalam rangka menjalin simbiosis dan sinergi demi tercapainya proses pendidikan dan pencapaian tujuan pendidikan yang lebih baik. Selain itu, hubungan masyarakat juga dapat dimaknai sebagai upaya untuk membangun hubungan baik dan kesepahaman (Mutual understanding) antara lembaga pendidikan dengan masyarakatnya (Public), salah satunya dilakukan melalui proses pelibatan masyarakat (Public) dalam proses penyelenggaraan pendidikan, seperti dalam bentuk keterbukaan informasi publik, penerimaan saran dan kritik dan hal lain yang berkaitan dengan proses penyampaian informasi positif dari lembaga pendidikan kepada masyarakat atau sebaliknya dari masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Dengan demikian untuk menjembatani kepentingan kedua pihak tersebut diperlukan satu bidang khusus yang membidangi aktifitas hubungan masyarakat dikelola dengan baik, professional, efektif dan efisien demi tercapainya tujuan organisasi lembaga Pendidikan, dan yang paling strategis adalah terciptanya hubungan baik dan kesepahaman (Mutual understanding) antar stakeholders, yang terdiri dari pimpinan lembaga pendidikan, pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik dan masyarakat sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

di lembaga pendidikan tersebut sehingga secara terprogram dapat
meningkatkan kualitas lembaga pendidikan. E. PERAN HUMAS LEMBAGA
PENDIDIKAN Selain ketua yayasan, humas lembaga pendidikan (biasanya wakil
ketua yayasan) ...