Sebanyak 12569 item atau buku ditemukan

Kurikulum Pendidikan

Konsep Dasar, Landasan,Komponen, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi dan Dinamika Perkembangannya di Indonesia

Penulisan buku ini terinspirasi dari semakin mendesaknya kebutuhan akan pemahaman komprehensif insan pendidikan pada semua level pendidikan tentang kurikulum di tengah dinamika dan perubahan yang tiada hentinya terjadi. Untuk konteks Indonesia, perubahan kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, serta jenjang pendidikan tinggi merupakan suatu keniscayaan. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, kemendikbudristek sedang mengimplementasikan kurikulum baru yakni Kurikulum Merdeka; sedangkan pada jenjang pendidikan tinggi, insan pendidikan sedang disibukkan dengan penerapan kurikulum dengan nama Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Penerapan kurikulum baru idealnya mengandaikan pemahaman stakeholder dari semua lapisan terhadap kajian paling dasar dan pokok tentang kurikulum. Kehadiran buku ini diharapkan dapat memberikan kesegaran bagi insan pendidikan di tengah hiruk pikuk perubahan yang tak terelakkan. Insan pendidikan kiranya dihantar untuk memahami lebih dalam tentang kurikulum dan akhirnya memiliki kecakapan yang memadai dalam mengimplementasikan kurikulum baru yang sedang diterapkan. Buku ini disusun menurut sistematika sebagai berikut: Bab I membahas tentang konsep dasar kurikulum dan ruang lingkupnya; Bab II membahas tentang landasan-landasan kurikulum; Bab III membahas tentang komponen kurikulum; Bab IV menelusuri tentang pengembangan kurikulum; Bab V berisi tentang implementasi kurikulum; Bab VI membahas tentang evaluasi kurikulum; dan akhirnya, bab VII membahas tentang dinamika perkembangan kurikulum di Indonesia.

Penulisan buku ini terinspirasi dari semakin mendesaknya kebutuhan akan pemahaman komprehensif insan pendidikan pada semua level pendidikan tentang kurikulum di tengah dinamika dan perubahan yang tiada hentinya terjadi.

Landasan Pendidikan

Buku ini dirancang sebagai upaya menyumbangkan pemikiran mengenai tujuan pendidikan di Indonesia, walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana. Untuk itu, di dalam buku ini disoroti beberapa landasasan yang merupakan pijakan dalam melakukan pendidikan. Landasan tersebut meliputi landasan filosofi pendidikan, landasan psikologi pendidikan, landasan antropologi pendidikan, landasan teknologi pendidikan, landasan sosial pendidikan, landasan ekonomi pendidikan, landasan teknologi komunikasi pendidikan, dan landasan budaya pendidikan. Landasan pendidikan ini paling tidak akan mewarnai macam dan corak cara belajar, serta cara pembelajaran berdasarkan jenis dan karakter masyarakat. Hal ini penting diperhatikan agar hakikat pendidikan tidak terbelokkan ke arah yang tidak sesuai dengan yang dirumuskan dalam tujuan pendidikan bangsa Indonesia.

a. c. Komponen-komponen sistem pendidikan meliputi berikut ini. Tujuan dan prioritas, yang berfungsi memandu kegiatan-kegiatan sistem pendidikan. b. Pelajar atau peserta, berfungsi dalam proses perubahan kualitas tingkah laku seperti ...

LANDASAN PENDIDIKAN

Buku ini terdiri atas VI Bab, yang satu sama lain saling terkait untuk membentuk wawasan utuh tentang landasan pendidikan khususnya untuk Indonesia. Penyajiannya disusun ke dalam sistematika sebagai berikut: Bab 1 membahas tentang manusia dan pendidikan; Bab 2 membahas mengenai pendidikan dan ilmu pengetahuan; Bab 3 membahas landasan filosofis pendidikan; Bab 4 membahas tentang landasan historis pendidikian Indonesia; Bab 5 membahas mengenai tokoh-tokoh pendidikan nasional; dan Bab 6 membahas mengenai pilar-pilar pendidikan dan pendidikan sepanjang hayat.

Metode kerja dalam studi pendidikan adalah prosedur yang digunakan orang dalam melakukan seperangkat kegiatan intelektual yang bertujuan memahami prinsip-prinsip, konsepkonsep, dan teori-teori pendidikan. Metode kerja yang dipergunakan ...

Landasan Pendidikan

Buku yang kami tulis ini berjudul ‘Landasan Pendidikan’. Buku ini telah selesai kami buat semaksimal dan sebaik mungkin dengan harapan yang besar agar buku ini bermanfaat bagi pembaca yang membutuhkan informasi dan pengetahuan mengenai landasan pendidikan. Dalam buku ini, tertulis berbagai tema yang berkaitan dengan landasan pendidikan. Secara umum, buku ini diperuntukkan bagi siapa saja yang membutuhkan. Namun secara khusus buku ini diperuntukkan bagi mahasiswa, guru, dosen maupun praktisi pendidikan.

Pendidikan yang disebarkan oleh kedua agama ini adalah dalam rangka menyebarkan dan pembinaan kedua agama tersebut. Oleh karena itu, pendidikan pada masa ini masih berdasarkan agama yang dianut (Agung dan Suparman, 2012).

Landasan Pendidikan

Buku Landasan Pendidikan ini dibuat sebagai bahan referensi dan juga memberikan wawasan tambahan lebih rinci dan sistematis mengenai Landasan Pendidikan yang dapat dijadikan tolok ukur pada zaman modern masyarakat revolusi industri 4.0. Sejalan dengan perkembangan pendidikan dan kemajuan teknologi yang menyertainya, buku ini dapat dijadikan solusi terbaik sehingga tujuan dan manfaat dapat dicapai secara maksimal. Secara detail pembahasan buku ini meliputi: Bab 1 Konsep Landasan Pendidikan Bab 2 Pengertian Pendidikan Bab 3 Manusia dan Pendidikan Bab 4 Pendidikan Sebagai Ilmu dan Seni Bab 5 Hubungan Sekolah dan Masyarakat Bab 6 Pendidikan Seumur Hidup Keenam materi pokok tersebut dikemas sedemikian rupa sehingga setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan buku ini, pembaca diharapkan memahami landasan pendidikan yang harus dilakukan saat ini dan akan datang.

dalam pelbagai tulisan atau buku-buku tentang ilmu pendidikan, baik dari dalam maupun luar negeri yang umumnya para ilmuwan atau filsuf pendidikan banyak mengemukakan filsafat sebagai landasan pendidikan. Pandangan ini tidak salah ...

Landasan Pendidikan

Buku ini disusun dengan maksud untuk memperdalam kajian akademik tentang landasan kependidikan. Pada bagian awal buku ini dibahas pengertian landasan pendidikan, hakikat manusia dan peserta didik, unsur-unsur pendidikan, beberapa landasan yang merupakan pijakan dalam melakukan pendidikan, meliputi landasan filosofis, psikologis, historis, antropologis dan sosiologi. Pada bagian lain dibahas teori-teori pembelajaran kognitivistik, konstruktivistik, dan behavioristik serta paradigma baru pendidikan.

6) Orientasi Pendidikan. Dalam dunia pendidikan, orientasi pendidikan harus jelas, kearah mana pendidikan akan dilaksanakan demi mewujudkan masa depan bangsa dan anak muda. Permasalahan Pendidikan di Indonesia Berbicara tentang ...

Pengantar Landasan Pendidikan

Pendidikan merupakan sebuah proses dalam perubahan sikap dan tingkah laku yang dapat menjadi bekal manusia dalam menjalani kehidupan. Filosofi pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara mengatakan bahwa pendidikan merupakan upaya dalam pembentukan budi pekerti, karakter dan nilai luhur sehingga tercipta keselarasan antara alam dan masyarakat.

Pendidikan merupakan sebuah proses dalam perubahan sikap dan tingkah laku yang dapat menjadi bekal manusia dalam menjalani kehidupan.

Landasan Pendidikan Dasar Pengenalan Diri Sendiri Menuju Perubahan Hidup Edisi Pertama

Buku yang disusun atau ditulis ini merupakan kumpulan bahan ajar matakuliah landasan pendidikan dan perenungan mendalam secara kritis tentang kegiatan pendidikan selama ini serta bagaimana output danoutcome pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Oleh karena isi buku ini merupakan pengembangan dari kumpulan bahan ajar yang sudah lama, maka sudah tentu ada kutipan langsung dan tidak langsung dari sumber buku-buku teman penulis lain yang mungkin tidak ada catatan kakinya mohon dimaafkan. Buku ini diperuntukkan bagi mahasiswa dan para pendidik sertaÊpencinta pendidikan bahkan seluruh masyarakat yang ingin mengetahui apa sesungguhnya landasan pendidikan serta ingin mengubah pola pikir dan perilaku hidup menuju kehidupan yang lebih sejahtera. Para pembaca yang ingin memperdalam pengetahuan tentang landasan pendidikan dan ingin untuk berubah serta ingin pula mendidik orang lain agar berubah disarankan untuk membaca buku ini. *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)

Jenis pendidikan adalah satuan pendidikan yang dikelompokkan sesuai dengan sifat dan tujuannya. Di dalam sistem pendidikan nasional jenis pendidikan terdiri dari pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah. 1) 2) Pendidikan Sekolah.

Kontribusi Landasan Pendidikan dalam Aspek Humas Pendidikan

RINGKASAN Fungsi manajemen humas pendidikan sudah selayaknya di rekonstruksi untuk dapat beradaptasi di era Society 5.0. Di satu sisi untuk merespon persaingan antar lembaga pendidikan sedangkan di sisi lain untuk mempercepat akses teknologi dan informasi dalam menjalankan fungsi strategisnya. Fungsi manajemen humas pendidikan dalam memberikan pelayanan terbaik merupakan wujud perhatian serta responsif terhadap persaingan antar lembaga di era Society 5.0. Fungsi manajemen humas pendidikan tidak optimal apabila informasi melalui teknologi belum tepat sasaran. Sasaran yang dimaksud adalah masyarakat selaku stake holder. Selanjutnya, dukungan pihak eksternal lembaga terhadap program humas pendidikan dapat terjadi apabila informasi yang disampaikan komprehensif berkaitan dengan kemajuan dan prestasi peserta didiknya, baik terkait dengan kurikulum maupun proses pembelajaran. Di sisi lain, fungsi manajemen humas pendidikan memiliki peran penting untuk lembaga pendidikan. Manajemen humas pendidikan hendaknya dapat berkolaborasi dalam membangun hubungan yang harmonis antara lembaga dengan masyarakat. Fungsi manajemen humas pendidikan dalam lembaga adalah untuk mendukung upaya pembinaan hubungan yang selaras dan timbal balik agar diperoleh pemahaman dan penerimaan yang memadai baik lembaga maupun masyarakat. Sudah selayaknya manajemen humas pendidikan tidak dipandang sebagai fungsi teknis dan media hubung melainkan pada fungsi strategis. Teknologi dan informasi yang dikelola humas pendidikan merupakan hal mendasar sejajar dengan manajemen lembaga. Meskipun praktiknya masih ditemukan beragam fungsi humas, yakni government relations, community relations, media relations. Lembaga pendidikan dengan menempatkan fungsi manajemen humasnya sebagai fungsi strategis selanjutnya dapat beradaptasi dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Ditengah pesatnya gempuran teknologi dan informasi melahirkan masyarakat baru yakni masyarakat teknologi dan masyarakat informasi. Masyarakat ini dikelompokkan sebagai masyarakat yang kritis terhadap terpaan informasi melalui teknologi yang mudah diakses. Masyarakat ini bukan lagi masyarakat pasif yang mudah dipengaruhi oleh informasi yang tidak berdasarkan data. Perubahan masyarakat ini sudah seharusnya direspon cepat oleh lembaga dalam menempatkan fungsi manajemen humasnya sebagai fungsi strategis. Oleh karena itu, fungsi manajemen humas pendidikan dapat optimal dalam menjalankan perannya di lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan sebagai agen perubahan dalam mencetak generasi bangsa memiliki posisi sentral dalam pengembangan kualitas generasi muda. Lembaga pendidikan yang terhubung langsung kepada masyarakat baik internal maupun eksternal merupakan jembatan penghubung antara lembaga pendidikan dengan masyarakatnya. Humas pendidikan merupakan garda depan dalam menjaga reputasi sebuah lembaga pendidikan. Optimalisasi humas pendidikan dalam peran strategisnya akan memberikan dampak signifikan terhadap capaian tujuan. Tentunya tujuan ini dapat terwujud melalui dukungan dari manajemen pendidikan dalam memberikan kesempatan dan wewenang penuh kepada humas pendidikan dalam menjalankan langkah strategisnya. Penempatan humas pendidikan dalam struktur manajemen memberikan deskripsi objektif tentang urgensi dari keberadaan fungsi ini. Penempatan posisi ini juga menentukan keefektifan dalam menerapkan program kerja humas pendidikan ke ranah strategis. Tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat teknologi dan informasi menjadi keniscayaan humas pendidikan untuk dapat beradaptasi dengan cepat. Fungsi manajemen humas tidak dapat berjalan secara optimal diantaranya karena fungsi dan perannya tidak terintegratif ke tingkat pimpinan manajemen puncak atau top management sebagai pengambil keputusan secara strategis. Beberapa fungsi manajemen humas pendidikan telah diuraikan. Pertama, fungsi manajemen humas pendidikan sebagai fungsi manajemen dalam menentukan kebutuhan dan sikap masyarakat, fungsi humas pendidikan sebagai fungsi harmonisasi lembaga pendidikan dengan masyarakat, dan fungsi manajemen humas pendidikan sebagai fungsi merencanakan serta melaksanakan program kerja untuk mendapatkan dukungan dan kepercayaan masyarakat. Kedua, fungsi manajemen humas pendidikan sebagai fungsi teknisi komunikasi, fungsi humas pendidikan sebagai fungsi expert prescriber dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi, fungsi manajemen humas pendidikan sebagai fungsi fasilitator komunikasi untuk memastikan berjalannya komunikasi dua arah antara lembaga pendidikan dengan masyarakat, fungsi manajemen humas pendidikan sebagai fungsi fasilitator proses pemecah masalah dengan berkoordinasi dengan manajamen lembaga pendidikan secara strategis. Ketiga, fungsi manajemen humas pendidikan sebagai fungsi internal dalam membangun dan mempertahankan hubungan kondusif antara manajer pendidikan dan masyarakat lembaga pendidikan, fungsi manajemen humas pendidikan sebagai fungsi publisitas yakni ketersediaan informasi humas pendidikan untuk diinformasikan melalui media internal maupun eksternal, fungsi manajemen humas pendidikan sebagai fungsi advertising yakni untuk menjangkau masyarakat luas, fungsi manajemen humas pendidikan sebagai fungsi penciptaan berita dan peristiwa yang bernilai opini postif, fungsi manajemen humas pendidikan sebagai fungsi public affairs yakni membangun dan mempertahankan hubungan dalam hal kebijakan publik, fungsi humas pendidikan sebagai fungsi lobbying yakni menjalin dan memelihara hubungan dalam hal undang-undang dan regulasi yang sudah ditetapkan, fungsi humas pendidikan sebagai fungsi manajemen isu yakni proaktif dalam mengantisipasi, mengidentifikasi, mengevaluasi, dan merespon isu-isu kebijakan publik, dan fungsi humas pendidikan sebagai fungsi hubungan investor yakni membangun dan menjaga hubungan yang bermanfaat dengan stake holeder dalam hal optimalisasi minat masyarakat. Rekonstruksi fungsi manajemen humas pendidikan perlu dilakukan terutama dalam merespon era Society 5.0. Konteks rekonstruksi fungsi manajemen humas pendidikan selanjutnya disesuaikan dengan kebutuhan, adaptasi serta akulturasi yang terdapat pada konsepsi Society 5.0. Adapun beberapa definisi tentang Society 5.0 telah diuraikan. Pertama, Society 5.0 menempatkan manusia sebagai pusat inovasi dan pengintegrasian teknologi dalam meningkatkan kualitas hidup, tanggung jawab sosial yang berkelanjutan. Kedua, Society 5.0 merespon evolusi teknologi, informasi dan komunikasi yang membawa perubahan secara drastis dalam menciptakan nilai-nilai baru dan menjadi pilar kebijakan industry di berbagai Negara. Setidaknya ada lima hal yang ditawarkan dalam konsepsi Society 5.0, yakni (a) transformasi digital, (b) tantangan yang dihadapi, (c) masyarakat 5.0, (d) peningkatan masyarakat 5.0, dan (e) inisiatif industri. Tujuan ditawarkan lima konsepsi dalam Society 5.0 di atas adalah untuk mewujudkan masyarakat yang menikmati hidup sepenuhnya. Fokus utama Society 5.0 yakni kepada masyarakat dalam menggunakan teknologi untuk pertumbuhan ekonomi dan perkembangan teknologi. Ketiga, Society 5.0 menempatkan masyarakat sebagai pusat keseimbangan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial dengan sistem integrasi dunia maya dan dunia nyata. Tujuan dari Society 5.0 adalah mewujudkan masyarakat dimana manusia benar-benar menikmati hidup dan merasa nyaman. Keempat, Society 5.0 menempatkan masyarakat sebagai fokus kepentingan dan kenyamanan dalam menggunakan teknologi canggih, IoT (Internet of Things), robot, dan kecerdasan buatan (AI), Augmented Reality (AR) secara aktif dalam kehidupan, industry, perawatan kesehatan dan bidang lain. Kelima, Society 5.0 merupakan pengembangan dari konsep 4.0 dengan memerhatikan aspek sosial yang relevan beserta tantangannya dengan fokus kepada masyarakat untuk berinovasi dalam merespon transformasi teknologi berdasarkan kaidah-kaidah kemanusiaan. Uraian definisi Society 5.0 di atas mengarah pada pemanfaatan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan sosial yang dapat dirasakan oleh manusia dan mewujudkan menusia lebih bahagia. Rekonstruksi fungsi manajemen humas pendidikan di era Society 5.0 lebih pada merespon persaingan antar lembaga pendidikan dan untuk mempercepat akses teknologi dan informasi dalam menjalankan fungsi strategisnya. Artikel ini yang kemudian menjadi landas pacu untuk menjelaskan tujuan bagaimana dan apa yang seharusnya dilakukan dalam rekonstruksi fungsi humas pendidikan di era Society 5.0.

Jalur Pendidikan Dalam dunia pendidikan, terdapat 3 jalur pendidikan yaitu pendidikan formal, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal. 1) pendidikan formal adalah pendidikan yang di dalamnya terdapat guru dan murid/peserta didik.